29 June 2026
Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII) sukses menggelar Halal Bihalal AMII & ETF Gold Indonesia Forum 2026 di Ruang Excellent KSEI, Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lantai 3A, pada Kamis, 16 April 2026, pukul 12.00–15.30 WIB. Forum bertema “From Regulation to Implementation” ini diselenggarakan untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan serta membahas kesiapan industri dalam implementasi Exchange Traded Fund (ETF) Emas di Indonesia, pasca diterbitkannya regulasi terkait oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Acara dibuka dengan sambutan Ketua AMII, Lolita Liliana, dilanjutkan keynote speech dari Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK mengenai arah kebijakan dan implementasi regulasi ETF Emas di Indonesia. Melalui forum ini, AMII menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan ekosistem pasar modal Indonesia yang lebih inklusif, efisien, dan berdaya saing global.
“Penerbitan regulasi ETF Emas merupakan tonggak penting bagi pengembangan instrumen investasi di Indonesia. ETF Emas adalah jawaban atas urgensi pendalaman instrumen keuangan dan upaya kita untuk mengejar ketertinggalan dengan negara tetangga. Kehadiran ETF Emas diharapkan dapat memberikan alternatif investasi inflation hedging yang efisien bagi institusi pengelola dana, sekaligus memperkuat cadangan emas nasional. Selain itu, instrumen ini memberikan akses investasi emas yang lebih luas kepada masyarakat dalam bentuk yang lebih aman, karena investor tidak perlu menyimpan fisik emas secara mandiri.” — Lolita Liliana, Ketua AMII
Sesi panel diskusi menghadirkan berbagai pemangku kepentingan industri, termasuk Bursa Efek Indonesia (IDX), Pegadaian, Bloomberg, BPKH, Bibit, serta Mandiri Sekuritas. Empat sub tema utama yang dibahas dalam forum ini meliputi:
“Penerbitan POJK ETF Emas merupakan jembatan strategis dalam memperkuat struktur pasar modal nasional sekaligus membangun ekosistem bullion di Indonesia. Produk ini wajib didukung penuh oleh fisik emas secara nyata dengan prinsip allocated gold melalui rasio satu banding satu, guna memastikan adanya keterkaitan langsung antara instrumen investasi dengan asset riil. Ke depannya, kami memandang ETF Emas tidak hanya sebagai instrument alternatif, tetapi sebagai sarana investasi jangka Panjang bagi investor ritel maupun institusi yang mampu mendorong pendalaman pasar keuangan, sejauh didukung oleh tata Kelola yang kuat serta kepatuhan yang menyeluruh pada aspek investasi, operasional, dan manajemen Risiko demi menjaga kepercayaan investor” — Eddy Manindo, Deputi Komisioner Perizinan dan Pengawasan Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK
Dalam sambutannya, Ketua AMII menekankan bahwa keberhasilan ETF Emas tidak semata ditentukan oleh kerangka regulasi, melainkan oleh kualitas implementasi dan kesiapan ekosistem pendukung secara menyeluruh. Hal ini mencakup peran regulator, bursa, penyedia underlying asset, dealer participant, distributor, hingga manajer investasi sebagai satu kesatuan collective industry effort.
Dari perspektif industri, ETF Emas dipandang memiliki nilai strategis yang signifikan: memperluas alternatif diversifikasi aset bagi investor domestik, menjadi gateway product untuk menarik investor baru ke pasar modal, menjadi katalis pengembangan pasar ETF Indonesia secara luas, serta memperkuat positioning industri pengelolaan investasi Indonesia di tingkat regional.
AMII berkomitmen penuh untuk mengambil peran aktif dalam mengawal implementasi ETF Emas di Indonesia, antara lain melalui kolaborasi dengan regulator dalam penyempurnaan kebijakan implementatif, mendorong kesiapan anggota dalam pengembangan produk, memfasilitasi koordinasi antar pelaku industri, serta mendukung edukasi pasar agar pemahaman investor terhadap ETF Emas tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.
“Forum ini diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi strategis bagi seluruh stakeholder untuk membangun pemahaman yang komprehensif terkait implementasi ETF Emas, sekaligus mengidentifikasi peluang dan tantangan dalam pengembangannya ke depan.” — Lolita Liliana, Ketua AMII
Berita
8 October 2026
Jakarta, 05 Oktober 2026 – Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII) menggelar Awareness Training Implementasi UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (PDP) di Ruang Excellent, Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (05/10). Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan Anggota AMII dan diselenggarakan secara kerja sama dengan Veda Praxis, firma konsultan Governance, Risk, and Compiance (GRC) dan keamanan siber.
Berita
6 October 2026
Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII) sukses menyelenggarakan General Meeting of AMII 2026 With an Insightful Sharing Session from Hong Kong Investment Funds Association (HKIFA) di Ballroom West, Hotel The Langham Jakarta, pada Selasa, 29 September 2026, pukul 09.00 – 15.00 WIB. Kegiatan yang dirancang dalam dua bagian yang saling melengkapi ini terdiri atas International Sharing Session bertema “Learning from Hong Kong: Insights and Best Practices for Indonesia’s Investment Management Industry”dan Rapat Umum Anggota Tahunan (RUAT) AMII 2026, forum tahunan Asosiasi sekaligus wujud akuntabilitas Pengurus kepada Anggota.
Berita
8 September 2026
Jakarta, 03 September – Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII) bersama Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) menggelar seminar bertajuk “Implementasi ketentuan Kegiatan Usaha Perusahaan Efek dan Manajer Investasi: Tantangan, Peluang, dan Sinergi di Industri Pasar Modal”di Main Hall Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (3/9). Acara ini bertujuan untuk membahas implementsi POJK Nomor 3 tahun 2026 mengenai Perusahaan Efek berdasarkan Kegiatan Usaha (PEKU) dan POJK Nomor 5 Tahun 2026 mengenai Manajer Investasi berdasarkan Kegiatan Usaha (MIKU), sekaligus membuka ruang kolaborasi antara Perusahaan Efek, Manajer Investasi, dan regulator.
Berita
29 June 2026
Jakarta, 25 Juni 2026 — Tiga asosiasi pasar modal Indonesia — Asosiasi Emiten Indonesa (AEI), Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), dan Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII) sukses menggelar acara Capital Market Association Linkage Forum 2026. Acara ini berlangsung di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 25 Juni 2026, pukul 12.00 - 16.00 WIB. Sinergi ini bertujuan untuk membangun dialog konstruktif guna menjawab berbagai tantangan global dan domestik yang mempengaruhi tingkat kepercayaan di pasar negara berkembang, khususnya Indonesia.